Hai sayang
Sekian lama kekasihku tidak terhubung dengan internet karena harus keluar kota untuk suatu keperluan yang tidak sebentar. Setelah sempet ketemu dengan internet, ini adalah pesan yang kuterima darinya:
Hai sayang...
Akhirnya aku bisa email lagi ke kamu ya. Lamaaaaaaaaaaaaaa banget rasanya gak ngubungin kamu lewat eamail. Mas, aku merasa sangat beruntung bersuami kamu. Kamu kan tahu aku memang terbiasa mengingat sisi baik dari setiap peristiwa yg pernah aku alamin. Untuk hal-hal buruk aja aku melakukan itu, apalagi untuk hal-hal baik yang memang berkesan. Hari-hari yang kujalanin bersama kamu amat manis. Emang sih ada saat dimana aku merasa jengkel, marah dan bahkan ingin meledak. Kamu juga gitu kan. Tapi buatku, jauh lebih banyak hari-hari indah tanpa mendung.
Jika tidak ada larangan dalam agama kita untuk menyamakan seseorang dengan makhluk-Nya yang kita sebut matahari, aku pasti sudah memberimu label itu. Matahari yang menyinari hidupku, menghangatkan hatiku yang dulu kerap menggigil kedinginan. Kadang terlintas dalam pikiranku kenapa kamu mau menemani hidupku. Kenapa kamu memilihku untuk berbagi hidup denganku?
Aku cuma bisa mensyukuri, mas. Mensyukuri nikmat yang diberikan Allah untukku. Aku ingin kita lebih mendekatkan diri pada Allah. Kalau nanti kita sudah bersama lagi (insyaallah) kita lebih intens beraktivitas mengolah ruhani kita ya. Amien.
Aku cinta kamu, mas.
Purwobinangun, 17 Oktober 2006
kekasihmu, Yuli


0 Comments:
Post a Comment
<< Home