Tuesday, October 17, 2006

The first day in the housing



Hari itu adalah malam pertama ku tinggal di housing baru di Wageningen setelah empat bulan menikmati alam kota paling selatan di Belanda, Maastricht yang indah...

Seorang perempuan belanda keluar dari sebuah kamar next to my door di housing baruku, Dijkgraaf 4 lantai 17 Blok B Room 5, Wageningen. Sepertinya dia hendak mandi, terlihat dari penampilannya yang memakai baju mandi dengan lengan panjang dan lilitan tali di pinggannya. Kepalanya tampak jelas berbalut handuk warna terang sama dengan baju mandinya.

Dia melewati kami begitu saja yang sedang berbincang di koridor di antara kamar-kamar housing yang berjumlah 10, tanpa suara dan tampak bergegas. Kebetulan saat dia lewat, aku lagi menerima penjelasan dari perempuan belanda juga tentang beberapa "rules" hidup di housing ini.

Dalam hitungan detik kemudian, muncul dari kamar yang sama dengan perempuan tadi, seorang lelaki belanda tinggi besar yang juga nampaknya hendak pergi mandi. Tampak telanjang dada dan terlihat lilitan handuknya yang menutupi bagian bawah perutnya...

Nah lho...

Si Harmke, cewek yang kasih penjelasan ke aku menerangkan detil housing dan rules yang mereka jalani. Dari 10 orang yang tinggal di blokku, satu dari Indonesia (aku, baru datang), satu dari China, dan sisanya adalah Belanda tulen. Mereka pelajar adalah BSc and MSc students di Wageningen University.

Mereka tampak berusaha mengatur ritme kehidupan di housing: jadwal piket bersih-bersih dapur, iuran bulanan untuk washing machine, sharing food and drink, dan lain-lain. Aturan punishment dan reward juga diterapkan secara jelas. Indikatornya sangat konkrit....uang! Yang rajin akan dapat pengembalian uang iuran atau uang belanja bersama, yang malas harus membayar uang iuran lebih... Si Harmke menunjukkan angka-angka di dinding sebelah dapur, siapa dapat berapa dan siapa minus berapa euro...

Nah lho...

Kamarku di lantai yang paling atas, 17 !!! Hadiah ulang tahun kemerdekaan kali ye...
Kehidupan anak-anak fellows IFP Belanda mulai berubah. Kami tidak lagi bersama dalam satu housing seperti di Maastricht. Aku dan Yuyun berbeda gedung cukup jauh, Icak sendirian di Den Haag masih nunggu Renvi yang masih menimang-nimang "mainan" barunya; Ani juga mulai menghirup udara Leiden, sambil menungggu kedatangan Pak Joko gabung... And si Paul van Kampen, sudah menikmati kehidupan indahnya di Biara...

Nah, begini baru kerasa arti kebersamaan, kapan nih reuni ke Maastricht..., ke Kampen juga boleh, biar tahu kalau Kampen emang ada... :-p


20 Agustus 2006

0 Comments:

Post a Comment

<< Home